Kisah Jennifer Lawrence Ketika Penampilannya Dianggap Tak Cukup Cantik


Aktris peraih Piala Oscar, Jennifer Lawrence, akhirnya angkat bicara soal pengalamannya gagal mendapatkan peran Sharon Tate dalam film garapan Quentin Tarantino, Once Upon a Time in Hollywood (2019). Lawrence mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama kegagalannya adalah anggapan publik yang menilai penampilannya tidak cukup cantik untuk memerankan sosok ikonik tersebut.

Pengakuan itu disampaikan Lawrence saat menjadi bintang tamu dalam podcast Happy Sad Confused pada Jumat, 16 Januari 2026. Ia mengenang bagaimana respons publik dan warganet kala itu meragukan kemampuannya untuk merepresentasikan Sharon Tate secara visual.

Dinilai Tak Cukup Cantik oleh Publik

Menurut Lawrence, kritik soal penampilan menjadi hal yang paling menonjol dalam proses tersebut. Ia menirukan komentar yang kerap ia terima saat itu, yang mempertanyakan kecantikannya untuk memerankan Sharon Tate.

“Semua orang seperti berkata, ‘Dia tidak cukup cantik untuk memerankan Sharon Tate,’” ujar Lawrence. Dengan nada sarkastik, ia menambahkan bahwa internet seolah berlomba-lomba memberi label negatif terhadap penampilannya demi menggugurkan peluangnya mendapatkan peran tersebut.

Penolakan Datang dari Keluarga Sharon Tate

Tak hanya dari publik, penolakan juga datang dari pihak keluarga mendiang Sharon Tate. Mengutip laporan LADBible, Debra Tate, adik kandung Sharon Tate, secara terbuka menyampaikan keberatannya pada 2017 jika Lawrence terpilih untuk peran tersebut.

“Bukan karena saya punya masalah pribadi dengannya, tetapi saya merasa dia tidak cukup cantik untuk memerankan Sharon. Kedengarannya memang kejam, tetapi saya memiliki standar sendiri,” ujar Debra Tate kala itu. Ia kemudian menyatakan lebih mendukung Margot Robbie, yang dinilai memiliki kemiripan fisik dan aura yang lebih mendekati sosok kakaknya.

Klarifikasi Quentin Tarantino

Di sisi lain, sutradara Quentin Tarantino memberikan penjelasan berbeda terkait keterlibatan Jennifer Lawrence dalam proyek tersebut. Mengutip The Hollywood Reporter, Tarantino menegaskan bahwa Lawrence sebenarnya tidak dipertimbangkan untuk peran Sharon Tate.

Ia mengungkapkan bahwa Lawrence justru sempat dijajaki untuk memerankan Squeaky Fromme, salah satu pengikut sekte Charles Manson. Tarantino bahkan mengaku telah mengundang Lawrence ke rumahnya untuk membaca naskah.

“Saya sempat mempertimbangkan Jennifer Lawrence untuk peran Squeaky. Dia datang ke rumah saya dan membaca naskahnya, tetapi pada akhirnya ada hal yang tidak berjalan sesuai rencana,” ujar Tarantino. Peran tersebut kemudian diberikan kepada Dakota Fanning.

Margot Robbie Dinilai Pilihan Tepat

Keputusan Tarantino memilih Margot Robbie sebagai Sharon Tate pun menuai respons positif, termasuk dari Debra Tate. Ia mengaku tersentuh hingga menangis saat melihat penampilan Robbie di film tersebut. Menurutnya, Robbie berhasil menghadirkan kembali esensi Sharon Tate, mulai dari gestur, suara, hingga detail kecil yang mengingatkannya pada sang kakak yang telah wafat hampir 50 tahun lalu.

Refleksi Jennifer Lawrence soal Industri Hollywood

Bagi Jennifer Lawrence, pengalaman ini menjadi refleksi atas kerasnya dinamika industri hiburan Hollywood. Ia menilai bahwa keberhasilan meraih peran tidak selalu ditentukan oleh kemampuan akting semata, melainkan juga dipengaruhi standar kecantikan yang subjektif serta tekanan opini publik.

Kisah ini sekaligus menyoroti bagaimana penilaian visual masih memainkan peran besar dalam industri film, bahkan bagi aktris sekaliber peraih Oscar seperti Jennifer Lawrence.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Meningkatkan Konversi Penjualan Melalui Optimasi Website Secara Efektif Modern

Strategi Monetisasi Konten Digital Semakin Efektif Dengan Dukungan Google AdSense

Kehadiran Marketplace Online Membantu Banyak Pelaku Usaha Mengembangkan Bisnis Digital